"Allah subhanahu wata'ala Maha Mengetahui segala isi hati. Mari merasa diawasi oleh Allah, dibersamai Allah, dilihat Allah dimanapun kita berada. Semoga ALlah subhanahu wata'ala membimbing kita semua. Aamiin."

BILA ADAB TELAH MANTAB, DEWASA DIUSIA BELIA JADI NYATA

Ponorogo -  Di MI Tahfizh Al Furqon sudah beberapa hari jam dinding di beberapa tempat tidak mau bekerja sama karena melambat, tak seperti gerak warga belajar yg tidak kenal lambat. 

Sementara itu, di kelas Utsman bin Affan ada dua jam dinding yg terpasang, satu jam di atas sudah agak lama tidak berfungsi karena mati dan yang satunya terletak di bawah juga tidak berfungsi. "Hemmm... Sebaiknya kondisi ini dapat menjadi sarana pengadaban santri, Allah pasti menghendaki adanya ilmu baru dalam masalah ini," begitu gumam guru kelasnya. Karena sebenarnya sudah dilakukan pembahasan mengenai masalah ini di evaluasi pekanan madrasah, tapi belum beres juga. 

Subhanallah... benarlah dugaan guru yang berpositif thinking kepada Alloh. Dengan kondisi jam di kelas yg seperti itu, hari senin pagi ada seorang santri laki-laki berkata kepada ustadzahnya.


Santri: ”ustadzah... jam dinding ini kenapa to ustadzah sebenarnya, saya minta izin membetulkan jam dinding ini biar pas, ya ustadzah?”
Ustadzah: “ Jamnya ini mungkin baterainya mau habis mas, perlu diganti”, Jawab Ustadzah.

Bersama seorang santri putra yg lain, itu jam dinding di kelas ia betulkan, namun ketika siang hari tiba jamnya sudah kembali eror. Keesokan harinya, tepatnya hari selasa seorang santri putra ini ketika berbaris terlihat menyembunyikan suatu benda.

Ustadzah: “Mas, ustadzah amati tadi kamu membawa sesuatu di saku bajumu bolehkah ustadzah tau kamu membawa apa ya mas?” 
Santri: “Hemmm.... bukan apa-apa ustadzah, insyaallah nanti ustadzah juga tau sendiri”.
Ustadzah semakin penasaran dan santri ini masuk ke dalam kelas mengikuti sholat dhuha. Selesai sholat dhuha semua santri membentuk lingkaran untuk persiapan berdo'a. Namun anak ini malah mengambil jam dinding dan mengganti baterainya dan ia izin kepada ustadzah untuk membetulkannya.

Ustadzah: “Siapa yg memintamu untuk mengganti baterai jam dinding, nak?” ( berfikirnya anak ini dimintai tolong oleh ustadz/ustadzah yg lain) 
Santri : “Saya sendiri ustadzah”.
Ustadzah : “Kamu dapat baterainya dari mana lo mas?”
Santri: “Bawa dari rumah ustadzah”.
Ustadzah : “Sudah izin dengan ayah atau bunda apa belum membawa baterai ke sekolah ?”.
Santri: “Kemarin saya minta uang 2000 ke ayah buat jajan tapi ketika mau beli jajan saya teringat jam di kelas mati ustadzah, maka uang saya belikan baterai. Murah lo ustadzah cuma dua ribu saja lo ustadzah”.
Ustadzah : “Yaa Alloh... begitu to mas, terimakasih lo mas sudah membetulkan jam dinding kelas.” (Dari wajah ustadzah nampak ada perasaan heran dan Malu karena kalah cepat kepekaannya dengan santri ) 🤔 
Akhirnya jam dinding kelas Utsman hari ini sejak pagi bisa bekerja sama dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar. 

*************
Bila Adab sudah menjadi satu dengan pendidikan, maka rasa pendidikan itu akan sangat istimewa, bahkan di saat para pendidik pun tak menyadari dengan pasti, ternyata benih Adab yg ditanam dalam jiwa muridnya telah mengherankan dirinya sendiri karena tumbuh alami dan selalu ada keajaiban.